- oleh adminpuskesmas
- 19 Agustus 2025 12:16:13
- 2742 views
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau yang sering dikenal sebagai penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Hal ini terjadi karena melemahnya otot cincin di bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES) yang seharusnya berfungsi menutup agar asam lambung tidak naik.
Penyebab GERD
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami GERD, antara lain:
-
Pola makan tidak sehat: terlalu sering makan pedas, asam, berlemak, atau berminyak.
-
Kebiasaan buruk: merokok, minum alkohol, makan berlebihan, atau langsung berbaring setelah makan.
-
Kelebihan berat badan (obesitas): tekanan pada perut lebih besar sehingga asam lambung lebih mudah naik.
-
Kehamilan: hormon dan tekanan janin pada perut dapat memicu refluks.
-
Penggunaan obat tertentu: misalnya obat penghilang nyeri, obat penenang, atau obat tekanan darah tertentu.
Gejala GERD
Penderita GERD biasanya mengalami gejala berikut:
-
Heartburn: sensasi panas atau terbakar di dada yang sering muncul setelah makan.
-
Regurgitasi: rasa asam atau pahit di mulut akibat naiknya cairan lambung.
-
Kesulitan menelan (disfagia).
-
Mual dan muntah.
-
Batuk kronis, suara serak, atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
-
Sesak napas pada kasus tertentu.
Komplikasi GERD
Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
-
Esofagitis (peradangan kerongkongan).
-
Luka atau tukak pada kerongkongan.
-
Penyempitan esofagus akibat jaringan parut.
-
Barrett’s esophagus, kondisi yang dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.
Cara Mengatasi dan Mencegah GERD
Untuk mencegah dan mengurangi gejala GERD, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
Perubahan gaya hidup
-
Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
-
Hindari makanan pemicu seperti pedas, asam, berlemak, cokelat, kopi, dan soda.
-
Jangan langsung berbaring setelah makan, tunggu setidaknya 2–3 jam.
-
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Mengurangi stres karena dapat memperburuk gejala.
Pengobatan
-
Antasida: membantu menetralkan asam lambung.
-
Obat penghambat produksi asam seperti PPI (Proton Pump Inhibitor) atau H2 blocker.
-
Dalam kasus berat, operasi mungkin diperlukan untuk memperkuat otot LES.
Kesimpulan
GERD merupakan penyakit yang cukup umum, tetapi jangan dianggap sepele. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan komplikasi serius pada saluran pencernaan. Dengan perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan yang tepat, penderita GERD bisa tetap hidup nyaman tanpa gejala yang mengganggu.